Setiap Insan diciptakan begitu unik dan istimewa
oleh allah, berbeda antara satu dengan lainnya, dengan kelebihan dan
kekurangannya. Manusia belajar untuk saling menyempurnakan dan saling
melengkapi .Baik dan buruk, Aktif dan pasif, Sempurna dan sangat sempurna, mayoritas dan minoritas. Ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Setiap orang memiliki tempat dan keunggulan di bidang masing-masing.
Namun, hidup ini adalah sebuah pilihan. Kita dapat memilih menjadi orang yang berguna atau malah sebaliknya
Jiwa berjuang juga di butuhkan dalam hidup ini. Semangat berjuang menghadapi semua terjangan badai yang akan ada dalam perjalanan hidup sangat di perlukan guna menjadi pribadi yang tak pernah berkata Menyerah Terserah dan Ya sudahlah….
Lihatlah tepung yang mengalami berbagai fase agar menjadi butiran- butiran lembut yang berkualitas. Mulai dari bahan dasar butiran kasar beras di jemur di bawah terik matahari yang teramat panas dan menyengat hingga akhirnya benar-benar beras menjadi kering dan rapuh.
Fase selanjutnya adalah penumbukan, beberapa kali di hantam dengan keras menggunakan sebilah kayu yang panjang dan berat, sampai tidak berbentuk lagi menjadi hancur.
Beras-beras yang kita tumbuk kemudian kita ayak-ayak. Ada yang berhasil lolos menjadi tepung yang sangat halus dan pasti selalu ada yang tersisa menggumpal seperti batu-batuan.
Dari tepung kita dapat mengambil pelajaran bahwa cobaan ataupun resiko itu selalu ada tinggal bagaimana kita dapat bangkit dan tetap memiliki semangat sampai titik akhir menjadi tepung putih yang halus, kehidupan seperti fase membuat tepung dari beras menjadi tepung yang halus dan bernilai lebih tinggi dari harga beras itu sendiri ~RDS







